Salah satu capaian membanggakan dari kolaborasi KTH Banu Giri Lestari dan Kelompok Tani Taman Lestari adalah keberhasilan mengembangkan metode okulasi kakao yang ditingkatkan. Metode ini terbukti membuat tanaman kakao lebih cepat berbuah, memiliki batang yang lebih kuat, bentuk buah lebih besar, dan tinggi pohon yang lebih rendah — sehingga lebih mudah dipanen dan dirawat.
Dengan metode okulasi ini, satu pohon kakao diperkirakan mampu menghasilkan 5–10 kg kakao kering dalam satu kali masa panen, sebuah peningkatan signifikan dibanding metode konvensional. Inovasi ini bahkan telah diakui secara resmi dengan terbitnya sertifikat paten sederhana bernomor IDS000008389, hasil dari proses pemberdayaan yang difasilitasi oleh PT Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi lokal yang dapat direplikasi dan menjadi kebanggaan bersama. Teknik okulasi ini kini menjadi salah satu materi pelatihan yang diajarkan I Komang Mudiana, Ketua Poktan Taman Lestari, kepada anggota KTH Banu Giri Lestari lainnya sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan regenerasi kapasitas petani.
