Keberhasilan program Sri Wana Lestari tak lepas dari peran para penggerak lokal yang secara konsisten membina dan mengembangkan kawasan hutan Yehembang Kangin selama bertahun-tahun. Tiga sosok berikut menjadi representasi perjalanan regenerasi kepemimpinan program dari tahun 2024 hingga 2026.

I Gede Sugiantara, Ketua KTH Banu Giri Lestari, dikenal sebagai aktor penggerak awal pengelolaan hutan lindung berbasis masyarakat. Ia mengorganisasi 192 petani KTH Banu Giri Lestari dalam pengelolaan hutan lindung seluas 76,25 hektare, menjadikannya figur sentral dalam fase mitra penggerak dan transfer pengetahuan pada 2024–2025.

I Komang Mudiana, Ketua Poktan Taman Lestari, adalah ahli pembibitan kakao unggul dan berbagai tanaman produktif. Ia mengelola sentra pembibitan bersama sekaligus menjadi mentor teknik okulasi kakao unggul bagi anggota KTH Banu Giri Lestari — peran yang menempatkannya sebagai kader penggerak dalam estafet regenerasi kepemimpinan 2025–2026.

I Gede Soken S., Ketua KUPS Jasa Lingkungan, mewakili generasi penerus dan pengembang ekowisata. Ia menggerakkan unit jasa lingkungan dan ekowisata Green Cliff, mengembangkan potensi ekowisata berbasis alam dan budaya lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok dan masyarakat sekitar.

Ketiganya menggambarkan bagaimana kepemimpinan program Sri Wana Lestari terus berlanjut secara organik — dari pengelolaan hutan, transfer keahlian pembibitan, hingga pengembangan potensi ekowisata untuk masa depan desa.

Tinggalkan balasan

Kantor pusat

Jl. Ir. H. Juanda Komplek Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Indonesia 80362

Tetap terhubung
Menjaga Bumi, Merawat Kehidupan • ᬫ᭄ᬦ᭄ᬚᬕ ᬩᬸᬫᬶ ᭞ ᬫ᭄ᬭᬯᬢ᭄ ᬓᬾᬳᬶᬤᬸᬧᬦ᭄ ᭟

© 2026 Sri Wana Lestari. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang.

Go to Top

Eksplorasi konten lain dari Sri Wana Lestari • Program CSR Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca