Hutan Lestari, Masyarakat Berdaya
Penguatan kelembagaan petani hutan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pasar — menjadikan konservasi sebagai pilihan yang menguntungkan, bukan beban.
Lebih dari Sekadar Menanam Pohon
Program Sri Wana Lestari percaya bahwa kelestarian hutan hanya bisa terwujud jika masyarakat di sekitarnya merasakan manfaat nyata dari menjaganya. Karena itulah pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama — bukan pelengkap — dari seluruh program ini.
Melalui penguatan kelembagaan KTH Banu Giri Lestari, pendampingan teknis oleh Poktan Taman Lestari, dan pengembangan usaha oleh BUMDes Abdi Rahayu, program ini membangun ekosistem pemberdayaan dari hulu ke hilir: dari bibit di pembibitan hingga produk yang siap dijual ke pasar.
Mereka yang Menggerakkan
Tiga aktor penggerak Sri Wana Lestari.
I Gede Sugiantara
Aktor penggerak awal pengelola hutan lindung berbasis masyarakat. Mengorganisasi 192 petani KTH Banu Giri Lestari dalam pengelolaan hutan lindung seluas 76.25 Ha
I Komang Mudiana
Aktor penggerak awal pengelola hutan lindung berbasis masyarakat. Mengorganisasi 192 petani KTH Banu Giri Lestari dalam pengelolaan hutan lindung seluas 76.25 Ha
I Gede Soken S
Aktor penggerak awal pengelola hutan lindung berbasis masyarakat. Mengorganisasi 192 petani KTH Banu Giri Lestari dalam pengelolaan hutan lindung seluas 76.25 Ha
Tiga Pilar, Satu Tujuan
Adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco.
KTH Banu Giri Lestari
Poktan Taman Lestari
BUMDes Abdi Rahayu
Struktur organisasi
-
KetuaI Gede Sugiantara
-
SekretarisI Ketut Arya A. S.
-
BendaharaI Made Nastra
-
Bagaimana Program Ini Bekerja
1. Pengorganisasian Petani diorganisir dalam struktur KTH yang legal dan diakui KLHK — memberikan kepastian hak kelola atas lahan hutan lindung.
2. Pelatihan Teknis Anggota mendapatkan pelatihan teknik budidaya tumpangsari, okulasi tanaman, dan pengelolaan HHBK — meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
3. Pendampingan Lapangan Fasilitator dari Poktan Taman Lestari dan mitra Pertamina mendampingi langsung di lapangan — memastikan praktik yang dipelajari benar-benar diterapkan.
4. Akses Pasar Produk HHBK yang dihasilkan difasilitasi untuk menjangkau pasar lebih luas — dari marketplace digital hingga kemitraan dengan offtaker lokal.
5. Pengembangan Usaha BUMDes Abdi Rahayu mendukung pengembangan unit usaha baru: wisata alam, AMDK, dan pengolahan produk HHBK bernilai tambah.
Menanam dengan Makna
PT Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai mendorong transformasi melalui pola “Tanam Tuwuh Gumi Banten” — praktik penanaman tanaman keras buah-buahan dan Gumi Banten (tanaman khusus untuk sesajen dalam upacara keagamaan Hindu) di setiap sela tanaman produktif.
Pola ini berlandaskan prinsip Tri Hita Karana dalam ajaran agama Hindu — mendukung transformasi sosial masyarakat sekaligus berkontribusi pada ekosistem hutan yang lestari, dan menjadi solusi nyata terhadap alih fungsi hutan (ngawen) dan illegal logging.
Bergabung atau Berkolaborasi?
Kami terbuka untuk kemitraan, kunjungan studi, atau kolaborasi program pemberdayaan. Hubungi tim Sri Wana Lestari untuk informasi lebih lanjut.
